Kamis, 22 September 2011

Pengertian Karya Ilmiah

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 1
PENDAHULUAN 2
PENGERTIAN KARYA ILMIAH 2
a) KARANGAN ILMIAH 2
b) LAPORAN ILMIAH 3
A. MACAM-MACAM KARYA TULIS ILMIAH 3
1. MAKALAH 3
2. SKRIPSI 3
3. TESIS 3
4. DISERTASI 4
5. ARTIKEL 4
6. ESAI 4
7. OPINI 5
8. FIKSI 5

B. CIRI DAN UNSUR KERANGKA KARYA ILMIAH 5
C. OBJEK ATAU BAHAN KARYA ILMIAH 6
1. Pengalaman (eksperimence) 6
2. Penelitian lapangan (observasi research) 6
3. Penelitian Pustaka (Library Research) 6
4. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research) 6

D. SYARAT-SYARAT KARYA ILMIAH SECARA UMUM 6
E. SYARAT-SYARAT KARYA ILMIAH SECARA KHUSUS 7
F. SYARAT-SYARAT ILMIAH 7
G. HAL-HAL YANG HARUS ADA DALAM KARYA ILMIAH 8
H. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH 8
TUJUAN DAN KEGUNAAN PENULISAN KARYA ILMIAH 10
KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH 10
PENUTUP 11






PENDAHULUAN
Menulis adalah kegiatan yang memberdayakan diri sendiri dan orang lain. Karena ide, pemikiran, hal baru, sejarah, ataupun cerita dapat disampaikan kepada orang lain secara lebih luas melalui media tulisan. Kesempatan besar untuk menyebarkan ide dan pemikiran perlu didukung dengan kemampuan menuliskan dan menyampaikan dalam bentuk tulisan secara baik. Itu artinya ide yang tertulis diharap dapat ditangkap, dan dimengerti oleh audiens yang dikehendaki atau dituju. Ide dan pemikiran yang dicurahkan dalam tulisan perlu ditetapkan tujuannya, baik tujuan menulis, dan kepada siapa tulisan ini ditujukan. Dengan demikian, penggunaan bahasa, istilah, dan ide yang akan disampaikan sesuai.
Mahasiswa selayaknya terlatih untuk menulis sejak sekolah dasar dan menengah. Bekal itu berguna di bangku kuliah ketika mereka dituntut melakukan analisis, dan berpikir kritis. Hasil pengamatan dan analisis kemudian dituangkan dalam tulisan yang bersifat ilmiah. Memang ada jenis tulisan yang tidak ilmiah, tetapi dalam kerangka akademik, mahasiswa diberdayakan untuk menulis karya tulis ilmiah.
PENGERTIAN KARYA ILMIAH
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah. Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang sisajikan berupa fakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Karya ilmiah ada dua jenis, yaitu :
a) Karangan ilmiah, yaitu salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya atau bisa juga diartikan sebagai karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
Jones ( 1960 ) membagi karangan ilmiah menjadi dua,diantaranya ;.
1. Karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu ( profesional ) yang biasanya bersifat karya ilmiah tinggi yang disebut dengan istilah “ karya ilmiah”.
2. Karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat umum yang disebut dengan istilah “karangan ilmiah populer”.

b) Laporan ilmiah, yaitu suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan,atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

A. MACAM-MACAM KARYA TULIS ILMIAH
Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
1. MAKALAH
Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
2. SKRIPSI
Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
3. TESIS
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
4. DISERTASI
Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
5. ARTIKEL
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66). Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).
Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau “karkhas” (Pranata 2002: 120).
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
6. ESAI
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
7. OPINI
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.
8. FIKSI
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.
Di Perguruan Tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari.

B. CIRI DAN UNSUR KERANGKA KARYA ILMIAH
Secara ringkas, karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bahan : Menyajikan fakta yang benar / objektif, dapat dibuktikan.
2. Penyajian : Menggunakan bahasa yang cermat (formal dan konkret), sistematis (sesuai dengan langkah kerja).
3. Sikap Penulis : Jujur (tidak berlebih-lebihan atau mengurangi sesuatu); objektif (tidak mengejar keuntungan pribadi).
4. Penyimpulan : berdasarkan fakta dan tidak emotif.

C. OBJEK ATAU BAHAN KARYA ILMIAH
Bahan penulisan karya ilmiah adalah semua informasi atau data yang dipergunakan untuk mencapai tujuan penulisan. Semua data atau informasi tersebut dapat diperoleh melalui beberapa kegiatan ilmiah sebagai berikut:
1. pengalaman (eksperimence)
Yaitu informasi yang diperoleh dari hasil pengalaman, kemudian ditarik kesimpulan sebagai bahan. Pada pengalaman, unsure kesengajaan itu tidak ada, tidak direncanakan sebelumnya, bahan diperoleh penulis dari kebiasaan melakukan pekerjaan.
2. Penelitian lapangan (observasi research)
yaitu informasi yang diperoleh dari lapangan, penulis langsung terjun keobyek yang dijadikan bahan penulisan. Pada penelitian lapangan, penulis dengan sengaja melakukan penelitian, sengaja mencari data atau bahan, karena dituntut untuk mengetahuinya.
3. Penelitian Pustaka (Library Research)
yaitu suatu karangan yang apabila penulis tidak melakukan kegiatan dilapangan, tetapi mengambil data-data atau bahan yang diperlukan dari buku-buku yang dibacanya.
4. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
yaitu penelitian yang dilakukan dilaboratorium untuk mendapatkan data-data atau bahan sebagai dasar untuk menyampaikan informasi.
D. SYARAT-SYARAT KARYA ILMIAH SECARA UMUM
Suatu karya tulis dapat dikatakan karya ilmiah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Karya tersebut terdiri atas tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.
1. Bagian awal
Bagian ini mencakup halaman judul, halaman pengesahan, prakata, daftar isi, daftar tabel (daftar), daftar gambar, daftar lampiran, arti lambang dan singkatan, dan intisari Karya ilmiah.
2. Bagian inti
Mengandung bab-bab: pengantar, tinjauan pustaka, cara penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, dan ringkasan. Dalam bagian inti karya tulis ini, terdapat beberapa sub bab Peneliti mengangkat topik mengenai Badan Perwakilan Desa. Peneliti merasa perlu untuk mengangkat topik ini disebabkan perubahan mendasar peranan Badan Perwakilan Desa setelah orde baru ke masa reformasi, hal ini ditandai dengan diberlakukannya desentralisasi pemerintahan yang membuat Badan Perwakilan Desa mempunyai tugas dan kewenangan yang baru. Hal inilah yang membuat peneliti merasa tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai Peran Badan Perwakilan
3. Bagian akhir
Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka dan lampiran. Karya ini telah memuat daftar pustaka dan lampiran, sehingga memenuhi persyaratan karya ilmiah.

E. SYARAT-SYARAT KARYA ILMIAH SECARA KHUSUS
Dari berbagai macam bentuk karya tulis ilmiah, karya tulis ilmiah memiliki persyaratan khusus. Persyaratan karya tulis ilmiah adalah:
1. Karya tulis ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
2. Karya tulis ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulis ilmiah yakni mencantukan rujukan dan kutipan yang jelas.
3. Karya tulis ilmiah disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosedural.
4. Karya tulis ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
5. Karya tulis ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
6. Karya tulis ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, serta tidak bersifat ambisius dan berprasangka, penyajian tidak boleh bersifat emotif. Disamping itu, karya tulis ilmiah harus menaati format yang berlaku.
7. Isi karangan ilmiah dapat mengandung tiga hal yaitu: penemuan suatu pengetahuan baru, mengembangkan suatu pengetahuan baru dan verifikasi (pengujian kebenaran) suatu pengetahuan yang telah ada.

F. SYARAT-SYARAT ILMIAH
penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian;
2. Pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta;
3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan pemecahannya;
4. Baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu;
5. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat;
6. Bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir

G. HAL-HAL YANG HARUS ADA DALAM KARYA ILMIAH

1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

H. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Setelah kita mengetahui objek atau bahan-bahan karya ilmiah dan syarat-syaratnya. Maka kita dapat menganalisis pelaksanaan (prosedur) penelitian dan penulisan secara ilmiah berupa langkah-langkah pelaksanaan dalam penulisan untuk mencapai hasil bulat dan bernilai ilmiah yang tinggi dan ada penetapan prosedur yang sesuai. Adapaun prosedur itu terdiri dari delapan langkah yaitu:
1. Meringkaskan hasil penelitian yang telah dikerjakan oleh orang lain
Ini adalah suatu langkah penting dalam deretan langkah-langkah pelaksanaan penelitian yang berguna untuk memilih dan menentukan problem. Dalam menimbang pustaka peneliti harus mencari dan memilih tulisan-tulisan bidang ilmu yang relevan, dan mencatat semua bukti tentang problem yang telah di tentukan kemudian setelah itu mencari problem-problem baru yang mungkin telah di kemukakan oleh orang lain, lalu melacak terbitan-terbitan karya yang pernah direncanakan oleh orang lain.
2. Menentukan problem atau masalah
Penulis harus menentukan yang harus ditulis. Adapun penelitian masalah itu bisa melalui timbangan pustaka atau bisa juga melalui penelitian secara langsung. Dan penelitian masalah-masalah itu harus ditu;lis secara jelas dan lengkap
3. Memecahkan problem atau masalah
Apapun problemnya tentulah telah ada problem yang serupa dengan jawaban-jawabannya, problem yang serupa itu perlu di bandingkan dengan cermat, dan meneliti metode-metode yang dikaji. Kemudian ditarik kesimpulan-kesimpulan untuk memecahkan problem yang ditentukan.
4. Membentuk hipotesis
Dengan problem yang dipilih dan ditentukan dari timbangan pustaka atau penelitian, peneliti harus membentuk hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap problem yang di tentukan, karna di tinjau dari pengertian hipotesis sendiri adalah kerja khayalan dengan menggunakan rinkasan hasil timbangan pustaka sebagai sumber informasi untuk menyongkong pembentukan hipotesis.
5. Menguji hipotesis
Setelah membentuk hipotesis penulis harus melakukan percobaan formal untuk menguji kepalsuan atau kebenaran hipotesisnya. Penulisan juga harus menyangkal hipotesisnya dan berusaha membuktikannya. Hal ini sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang peneliti yaitu sikap ingin tau dan sikap kritis.
6. Memperluas dan mengubah hipotesis
Seringkali terjadi setelah mengumpulkan bukti penulis dapat mencapai salah satu dari beberapa kemungkinan .Diantaranya, penulis dapat membenarkan hipotesisnya, penulis dapat menolaknya, penulis dapat memperluas wawasan hipotesis semula atau penulis dapat mengubahnya bahkan ia dapat membuangnya (membuat pernyataan-pernyataan lain yang sesuai dengan fakta hasil penelitiannya).
7. Menguji hipotesis yang diperluas atau dirubah
Bila penulis terpaksa harus mengubah hipotesisnya agar sesuai dengan fakta-fakta baru yang di perolehnya, tentu saja ia harus mengulangi percobaan-percobaan dan menguji berlakunya hipotesis yang baru.
8. Menerbitkan hasil penelitian
Setelah melakukan langkah-langkah yang sudah di paparkan tadi, maka penulis harus menerbitkan hasil penelitian. Adapun menerbitkan hasil penelitian itu bertujuan agar hipotesis yang diuji kebenaranya mencapai kebesaran dan kemuliaan sebagai teori.
Di Perguruan Tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari.
TUJUAN DAN KEGUNAAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Pada hakikatnya penulisan karya ilmiah pada mahasiswa bertujuan:
a) Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
b) Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
c) Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara STAIN dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
d) Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
e) Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH
Sebetulnya mahasiswa terlebih para sarjana memiliki modal kemampuan menulis. Hanya saja kemampuan tersebut haruslah senantiasa diasah agar tidak tumpul. Seorang mahasiswa serta sarjana yang memiliki kemampuan menulis akan lebih sukses daripada yang tidak memiliki kemampuan tersebut.
Beberapa bentuk kesalahan yang sering dijumpai dalam tulisan antara lain:
a) Salah mengerti audience atau pembaca tulisannya.
b) Salah dalam menyusun struktur pelaporan.
c) Salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat).
d) Salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan, penggunaan Bahasa Indonesia (akan dibahas secara khusus) yang belum baik dan benar.
e) Tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri).
f) Tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).
g) Isi yang terlalu singkat karena dibuat dengan menggunakan point-form seperti materi presentasi.
h) Isi justru terlalu panjang dengan pengantar introduction yang berlebihan.
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar