Minggu, 08 April 2012

PUISI II

          SAAT  SENJA  DI JENDELA


Ketika cahaya senja
Merambat ke dalam kamarku
Kau berdiri menutup jendela
Merapikan tirainya
Menyalakan lampu
Dan sebelum kau beranjak pergi
Seperti biasa
Tatapmu selalu tak ingin berpisah

Dari semua hal kecil
Yang terjadi bersamamu
Entah kenapa aku merasa
Semua itu menjadi sangat tak biasa
Selalu terasa menjadi sangat istimewa

Dan sejak  senja itu
Kau seperti telah menutup  jendela hatiku
Dan telah menetap di dalamnya
Selamanya
Menjadi cahaya
Dari malam-malamku yang panjang
Hingga semua waktu
telah menjadi sejuknya kenyataan
seperti indahnya tatapmu
dengan sebuah keyakinan

  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar